Feb
17

Sudahkah Anda Tahu Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin?


by admin
posted in Artikel
3 Comments

Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin – Cincin adalah sebuah perhiasan yang dibuat untuk melingkari jari seseorang yang menyukainya. Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin biasanya dipakai oleh wanita dan tidak kalah juga para pria juga menyukainya. Ya, memang benar Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin hanya dipakai oleh seseorang yang benar-benar menyukai sebuah perhiasan. Namun perlu anda ketahui, dalam proses pembuatannya kebanyakan masih menggunakan cara tradisional yang di buat dari logam mulia ; seperti emas, perak, serta platina. Logam yang lain seperti baja antikarat, krom, besi, perunggu, kuningan, serta tembaga juga umum dipakai. Cincin bisa berupa polos, berukir, atau bertatahkan intan, permata, atau batu akik. Saat ini cincin terbuat dari banyak bahan, seperti plastik, kayu, tulang, giok, kaca, karet serta bahan yang lain. Sekarang, Sudahkah Anda Tahu Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin?

Baca Juga: >> Cara Memilih Cincin Tunangan Emas Putih

Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin

Memberi Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin pada calon istri waktu melamar wajar dikerjakan beberapa orang di beberapa belahan dunia. Walau sekian, banyak dari kita masihlah tidak tahu bagaimana asal mula rutinitas ini serta kenapa kita mengerjakannya. Beberapa pakar norma dari website Brides mencari tahu beberapa kenyataan menarik mengenai cincin tunangan yang rasa-rasanya sayang apabila ditinggalkan. Yuk kita simak berbarengan.

  • Cincin tunangan datang dari kebiasaan Mesir kuno, namun kebiasaan bertukar cincin berakar dari jaman Romawi juga Yunani kuno

Di Yunani kuno, tidak cuma pasangan yang akan menikah yang bertukar cincin, pasangan yang tengah berpacaranpun juga bertukar cincin (walau mempunyai kecenderungan untuk menikah kurun waktu dekat). Dalam orang-orang Mesir Kuno, pria kenakan cincin untuk melambangkan kekayaan mereka, jadi memberi satu cincin pada istri mereka dapat mewakili kepemilikan berbarengan atas kekayaan. Orang Romawi Kuno berasumsi pertukaran cincin sebagai satu langkah lebih jauh dengan mewajibkan orangtua pasangan bertukar token (keping) juga.

  • Mulai Era ke-1 sampai Era ke-9

Pemberian cincin awal mulanya datang dari upacara pertunangan Romawi mulai sejak era pertama Masehi. Upacara pertunangan itu diisi pernyataan mengenai janji untuk menikah pada hari esok. Pada saat itu, keterlibatan kebiasaan setempat masihlah kuat didalam kekristenan yang tengah berkembang hingga banyak unsur-unsur kebiasaan setempat yang masuk kedalam ritus pernikahan Kristen. Satu diantara unsur kebiasaan Romawi yang masuk kedalam ritus pernikahan Kristen yaitu prosesi pertukaran cincin pernikahan. Didalam satu garis besar tata pernikahan yang di buat gereja pada era ke-9, prosesi pemasangan cincin dalam pernikahan sudah terdaftar di dalamnya.

  • Era ke-10 sampai Era ke-11

Didalam era ke-10 serta ke-11 ada menambahkan didalam prosesi pemasangan cincin, yakni pemasangan cincin dibarengi dengan pemberian karena pada cincin. Mempelai pria memasangkan cincin pada mempelai wanita seraya berkata, ”Dia (mengatakan nama mempelai wanita) yang kenakan cincin ini bisa ada didalam damai, kehidupan, bertumbuh didalam kasih, serta dikaruniakan usia panjang”. Dengan hal tersebut seakan-akan cincin mempunyai arti dalam pernikahan seperti konsekrasi roti serta anggur dalam Ekaristi.

Dalam menjaga prosesi pertukaran cincin, seperti pertukaran janji serta cincin di ruangan depan. Dengan hal tersebut, seandainya pada era ke-10 serta ke-11 cincin jadi lambang karena, jadi pada lokasi tempat yang dipilih untuk akad pertukaran cincin, itu menjadi lambang ikatan ke-2 mempelai lewat janji pernikahan.

  • Era ke-16 sampai Kini

Pada saat Reformasi dunia, nampak rumusan lain yang datang dari Martin Luther, yakni “Apa yang sudah dipersatukan Allah, tak bisa diceraikan oleh manusia”. Beribadah pernikahan di gereja-gereja Protestan Indonesia sampai saat ini beberapa besar menggunakan rumusan ini atau yang sama dengan adanya ini.

Meskipun cincin banyak dipakai dalam liturgi pernikahan, tetapi bukanlah bermakna semuanya gereja menyepakati pemakaian cincin dalam liturgi pernikahan. Golongan Puritan pada era ke-17 menampik pemakaian cincin pernikahan. Mereka keberatan pada prosesi pertukaran cincin, serta unsur-unsur lain didalam beribadah, hingga menyingkirkan prosesi itu dari beribadah pernikahan. Walau demikian, beberapa besar unsur-unsur itu dipulihkan kembali ke bebrapa th. selanjutnya. Keberatan itu lumrah mengingat maksud mereka yaitu “memurnikan” ketika itu lewat cara singkirkan segalanya yang berbau Romawi. Pada era ke-18, John Wesley juga meniadakan ritus penyerahan mempelai serta pemberian cincin. Walau demikian, beberapa penerus John Wesley memulihkan ke-2 ritus itu.

Manfaat Simbolik Cincin Pernikahan

Sepasang Cincin.

Lambang berperan mendatangkan saat lantas pada saat saat ini. Dengan hal tersebut, lewat cincin pernikahan pasangan suami-istri bisa mengingat cinta yang tersambung serta arti pernikahan yang sudah mereka lakoni. Cincin pernikahan tak menanggung cinta serta kesetiaan suami-istri, tetapi cincin pernikahan jadi lambang yang selalu mengingatkan serta membahasakan kerinduan mereka selalu untuk memperdalam cinta pada pasangannya. Dengan cara popular ada bebrapa arti lain yang didapatkan pada cincin pernikahan, umpamanya sebagai pemberi tanda bakal status penggunanya sebagai suami-istri, atau perlambang ikatan pernikahan yang tidak ada pada akhirnya seperti bentuk cincin yang bulat serta tidak berbuntut.

Baca Juga: Cara Memilih Cincin Untuk Tunangan, Pernikahan atau Perkawinan

Di Yunani kuno, tidak cuma pasangan yang akan menikah yang bertukar cincin, pasangan yang tengah berpacaranpun juga bertukar cincin (walau mempunyai kecenderungan untuk menikah kurun waktu dekat). Dalam orang-orang Mesir Kuno, pria kenakan cincin untuk melambangkan kekayaan mereka, jadi memberi satu cincin pada istri mereka dapat mewakili kepemilikan berbarengan atas kekayaan. Orang Romawi Kuno berasumsi pertukaran cincin sebagai satu langkah lebih jauh dengan mewajibkan orangtua pasangan bertukar token (keping) juga.

Rutinitas berikan serta terima cincin diawali mulai sejak kian lebih 4. 800 th. waktu lalu. Cincin pernikahan umumnya dipasang di jari manis. Rutinitas ini berakar dari keyakinan wangsa Tudor era ke-16 kalau jari manis tangan kiri terkait dengan pembuluh darah yang terkait segera dengan jantung, oleh karena itu, menggunakannya di jari itu tunjukkan kalau sang pengguna tengah ada dalam satu jalinan.

Ada pula yg memberi penjelasan lain yaitu, beberapa orang Mesir kuno yang mengawali pemakaian cincin nikah. Dari penemuan benda-benda arkelogi dari 3000 th. waktu lalu, di ketahui ada budaya pertukaran cincin yang waktu itu terbuat dari alang-alang yang dikepang. Beberapa orang Mesir kuno memakai Cincin nikah di jari manis tangan kiri. Mereka yakin jari manis tangan kiri mempunyai saluran vena yang segera tersambung ke jantung yang memanglah ada di dada kiri.

Cincin diambil sebagai lambang cinta lantaran berupa lingkaran (tak ada awal serta akhir) yang bermakna keabadian. Lubang di dalam cincin dimisalkan sebagai pintu menuju kehidupan baru. Bila Anda memberi cincin pada wanita, bermakna Anda “berjanji” kalau cinta Anda akan tidak selesai atau kekal.

Bagaimana; apakah ada pertanyaan? Jika Anda mempunyai pertanyaan, isikan di kolom komentar di bawah ini


Tags: , ,

Comments

  1. Cara Memilih Cincin Untuk Tunangan, Pernikahan atau Perkawinan - Ring Cincin Blog Archive » Ring Cincin February 27, 2016 at 2:12 am

    […] Baca Juga >>> Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin […]

  2. Cara Memilih Cincin Tunangan Emas Putih, Informasi ini Sangat Berharga Berharap Agar Tidak Menyesal diKemudian Hari! - Ring Cincin Blog Archive » Ring Cincin February 27, 2016 at 8:50 pm

    […] Baca Juga: Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin? […]

  3. Cara Memilih Cincin Tunangan Emas Putih - Ring Cincin Blog Archive » Ring Cincin March 6, 2016 at 8:45 pm

    […] Baca Juga: Sejarah Cincin Tunangan & Cincin Pernikahan atau Cincin Kawin? […]

Post Your Comment
Your Name
Your E-mail

Comment